2026-04-09 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyorot komitmen Israel dalam kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Pasalnya, Israel kerap melanggar kesepakatan gencatan senjata, seperti yang terjadi dengan Palestina dan Lebanon.
"Ini menjadi catatan penting bagi kita bahwa Israel sering tidak berkomitmen dengan kesepakatan yang telah dibuat. Ini bahaya bagi perwujudan perdamaian kawasan. Pihak-pihak terkait, khususnya Presiden Trump, harus memastikan Israel untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata," ujar Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2026).
Di sisi lain, ia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sementara yang dilakukan AS dengan Iran.
Ia berharap, gencatan senjata antara kedua negara tersebut berkembang menjadi perdamaian yang permanen.
Dunia, kata Sukamta, membutuhkan stabilitas dan tidak ada lagi agresi terhadap satu negara kepada negara lain.
"Gencatan senjata ini adalah langkah positif, namun harus diiringi komitmen semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan, termasuk dalam bentuk tekanan ekonomi dan energi yang dapat merugikan masyarakat global," ujar Sukamta.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap momentum gencatan senjata antara AS dengan Iran ini menjadi pintu masuk bagi penyelesaian konflik yang lebih luas, termasuk terwujudnya kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
"Kita berharap gencatan senjata ini tidak hanya menghentikan eskalasi sementara, tetapi menjadi langkah awal menuju solusi yang adil dan permanen, termasuk kemerdekaan bagi Palestina sebagai negara yang berdaulat," ujar Sukamta.
Diketahui, gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran resmi berlaku mulai Rabu (8/4/2026).
Gencatan senjata menghentikan sekitar 40 hari serangan yang melibatkan AS dan Israel ke wilayah Iran, yang sebelumnya mendorong kawasan Timur Tengah ke ambang perang yang lebih luas.
Kesepakatan ini dimediasi oleh Pakistan setelah rentetan serangan udara, rudal, dan ancaman yang tidak hanya memicu ketegangan militer, tetapi juga mengganggu jalur pelayaran global serta memicu lonjakan harga energi dunia.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell Hubungi kami SiteMap