2026-04-22 HaiPress




JAKARTA, iDoPress - Di lapangan Monumen Nasional (Monas) pada Kamis (1/5/2025), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah janji dan komitmennya dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.
Dua di antaranya adalah janjinya soal Marsinah yang akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional, serta komitmennya terhadap pengesahan rancangan undang-undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).
Pada peringatan Hari Buruh Internasional pada 2025, Prabowo mendukung usulan berbagai kelompok buruh agar Marsinah mendapatkan gelar pahlawan nasional dari kaum buruh.
Menurut Prabowo, nama Marsinah muncul saat dirinya bertanya kepada sejumlah pimpinan serikat buruh dan pekerja.
"Marsinah jadi pahlawan nasional, asal seluruh pimpinan buruh mewakili kaum buruh, saya akan mendukung Marsinah akan menjadi pahlawan nasional," tegas Prabowo pada peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025).
Setelah pernyataan Prabowo itu, nama Marsinah menjadi satu dari 40 nama calon pahlawan nasional yang diusulkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) pada Oktober 2025.
"Kalau kelayakan, semuanya sudah layak, tetapi keterbatasan itu diserahkan nanti kepada Presiden atas rekomendasi dari Dewan Gelar," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (21/20/2025).
Selain Marsinah, ada nama Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto; Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur; Jenderal TNI (Purn) M Jusuf dari Sulawesi Selatan; serta Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin dari Jakarta (mantan Gubernur Jakarta).

iDoPress/Rahel Marsini (kiri), kakak mendiang aktivis buruh Marsinah, menunjukkan foto adiknya usai menerima gelar pahlawan nasional dari Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Singkat cerita pada Senin (10/11/2025), Prabowo resmi memberikan gelar pahlawan nasional kepada aktivis buruh, Marsinah. Namanya ditetapkan menjadi pahlawan di bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan.
Pemberian gelar ini dilakukan Prabowo kepada ahli waris Marsinah di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Penganugerahan ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 6 November 2025
Dalam proses pemberian gelar pahlawan ini, narator di Istana menyebutkan Marsinah sebagai simbol keberanian, moral, dan perjuangan hak asasi manusia (HAM).
"Pahlawan bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan. Marsinah adalah simbol keberanian, moral, dan perjuangan HAM dari kalangan rakyat biasa," ujar narator di Istana.
Selain dorongan Marsinah menjadi pahlawan nasional, salah satu komitmen Prabowo pada Hari Buruh Internasional 2025 adalah RUU PPRT.
Saat itu, Prabowo bahkan menyebut DPR melalui alat kelengkapan dewan (AKD) yang bersangkutan akan mulai membahas RUU PPRT.
Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell Hubungi kami SiteMap