2026-05-25 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, memastikan siswa yang terlibat tawuran dan Kartu Jakarta Pintar (KJP)-nya dicabut tetap akan dibina dan tidak dibiarkan putus sekolah.
Ia mengatakan, pencabutan KJP dilakukan sesuai aturan. Namun, para siswa tersebut tetap harus mendapat pendampingan pendidikan.
“Emang kalau KJP, ketika dia tawuran, secara aturan kan memang dia harus dikeluarkan. Tapi yang harus diingat adalah bahwa itu adalah anak-anak kita, harus dalam pembinaan kita. Dikeluarkan bukan berarti dia nanti jadi harus putus sekolah, itu concern-nya kita. Ini sebagai sebuah pembinaan,” kata Nahdiana saat rapat bersama Komisi E di DPRD DKI Jakarta, Senin (25/5/2026).
Disdik DKI akan berkomunikasi dengan sekolah dan keluarga siswa untuk menentukan langkah pendidikan yang paling tepat.
“Biasanya kita komunikasi dengan sekolah-sekolah yang mungkin kalau manajemen itu dia lebih cocok di sekolah yang A, sekolah yang B,” ujar dia.
Menurut Nahdiana, Pemprov DKI saat ini justru sedang berupaya mengembalikan anak-anak putus sekolah agar kembali mendapatkan pendidikan.
“Jadi gini ya, jangan sampai putus. Cuma terus nanti pasti kan pertanyaannya, itu anak-anaknya mau ke mana? Yang jelas Jakarta yang sekarang sedang di luar sekolah saja, itu sedang kita kembalikan ke sekolah,” tutur dia.
Nahdiana menjelaskan, pendidikan tidak hanya lewat sekolah formal. Ada siswa yang dinilai lebih cocok mengikuti pendidikan nonformal atau vokasi sesuai minat dan kemampuannya.
“Kalau dia hanya cita-cita cuma berhenti sampai di dia dikeluarkan, terus dia mau sekolah di mana? Nah nanti kita akan melihat itu. Kalau pendidikan kan banyak ya, ada anak yang punya kecerdasannya dia memang mungkin dia enggak cocok di sekolah A karena memang dia mungkin passion-nya dia katakanlah vokasionalnya yang dominan,” kata Nahdiana.
Ia juga menilai penanganan tawuran tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.
Menurut dia, keluarga, lingkungan, masyarakat, hingga media juga harus ikut berperan mengawasi anak.
“Nah kalau ini kita orkestrasi dengan baik, maka anak-anak kita itu tidak punya ruang kosong atau ruang hampa. Jadi dari rumah dia punya pola asuh lalu terkomunikasikan dengan kita, di sekolah juga beragam dengan pola-pola pendidikan, lalu masyarakatnya juga sama,” ucapnya.
Disdik DKI bekerja sama dengan pihak kewilayahan dan berbagai lembaga untuk mencegah tawuran pelajar.
“Kami kerja sama dengan para kewilayahan, terus bekerja sama tadi dengan siapa pun baik lembaga ataupun personal, gimana caranya anak tuh kayak misalnya keluar, terus dari lingkungannya nyapa 'mau ke mana?' paling nggak kan dia ewuh pakewuh ya,” katanya.
Terkait pencabutan KJP, Nahdiana mengatakan setiap siswa tetap akan melalui proses pembinaan terlebih dahulu.
Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell Hubungi kami SiteMap