Rumah Pendidikan orang dewasa Aliansi bisnis ESports Transaksi real estat Komunitas keuangan Lebih Lebih

Siasat Bos Hanania Travel Tipu Calon Jemaah Umrah: Isu Perang Jadi Alasan Pembatalan

2026-06-01 HaiPress

JAKARTA, iDoPress -Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group), Ahmad Syah Farhan berdalihkonflik Timur Tengah menjadi alasan ribuan calon jemaah umrah batal berangkat ke Tanah Suci.

"Jadi terkait pembatalan, khusus di kasus grup Syawal (keberangkatan 21 Maret hingga 3 April) adalah force majeure yang di mana kondisi Timur Tengah waktu itu eskalasi lagi ada serangan nuklir ya lumayan banyak beberapa kali ke Dubai," ungkap salah satu korban bernama Uli (33) dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

Di sisi lain, tidak semua jemaah pesawatnya langsung sampai ke Jeddah, beberapa mendapat penerbangan yang mengharuskan untuk transit di Dubai.

Hal tersebutlah yang menjadi alasan utama Hanania Travel untuk membatalkan keberangkatan jemaah grup Syawal sebanyak kurang lebih 1.500 orang.

Namun ternyata banyak maskapai yang seharusnya dinaiki para jemaah tetap melakukan penerbangan di jadwal mereka berangkat.

Kemudian, alasan konflik di Timur Tengah tak bisa lagi diterima oleh para jemaah setelah gagalnya keberangkatan pada tanggal 25 Maret 2026.

Di mana seharusnya, calon jemaah yang berangkat di tanggal tersebut bisa tetap terbang ke tanah suci, karena menggunakan pesawat Garuda Indonesia, sehingga tidak perlu transit di Dubai.

Seiring berjalannya waktu, pihak travel pun mengakui bahwa penyebab mereka gagal memberangkatkan ribuan jemaah karena keuangan perusahaan yang berantakan.

"Sampai akhirnya pernyataan terakhir dari direktur Pak Farhan dia mengakui bahwa ini memang alasan salah kelola yang mengakibatkan arus kas operasionalnya minus begitu," ucap korban lainnya Anny (30) di lokasi yang sama.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group), Ahmad Syah Farhan ditetapkan menjadi tersangka karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah.

Sejauh ini, ada sekitar 2.500 jemaah dari kloter keberangkatan yang berbeda, menjadi korban penggelapan dana tersebut.

Dari 2.500 korban, maka kerugian dari kasus penggelapan dana ini ditaksir mencapai Rp 100 Miliar.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.

Hubungi kami

©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell    Hubungi kami  SiteMap