Rumah Pendidikan orang dewasa Aliansi bisnis ESports Transaksi real estat Komunitas keuangan Lebih Lebih

Di Balik Penertiban Pak Ogah, Ada Pengakuan Sulit Cari Kerja karena Tak Punya Ijazah

2026-07-10 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Terik matahari tak menyurutkan semangat Noval Maulana (31) untuk tetap mengatur arus lalu lintas di persimpangan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (10/7/2026).

Pria yang berprofesi sebagai Pak Ogah itu tampak sigap mengatur kendaraan hanya dengan bermodalkan peluit dan gerakan tangan sebagai isyarat bagi para pengendara.

Meski tak semua pengendara memberikan uang, Noval mengaku tidak pernah memaksa.

"Kalau dikasih ya dikasih terima, kalau enggak dikasih enggak saya maksa ya, kan," kata Noval saat ditemui iDoPress di lokasi, Jumat siang.

Noval mengaku telah menjadi Pak Ogah selama beberapa tahun terakhir demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Uang yang diperolehnya digunakan untuk kebutuhan pribadi, terutama membeli makan.

"Jadi duitnya ya buat diri sendiri aja, buat nutup-nutupin. Buat nutupin diri sendiri, gitu," ungkapnya.

Menanggapi instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang meminta keberadaan Pak Ogah di jalan protokol ditertibkan, Noval mengaku tidak keberatan.

Namun, ia berharap pemerintah juga memberikan solusi berupa lapangan pekerjaan.

"Ya kalau menurut saya buat orang-orang wilayah sih Bang ya kan, dikasih lahan kerjaan apaan pun ya kan," ucapnya.

Menurut Noval, tanpa adanya solusi pekerjaan, penertiban Pak Ogah justru dikhawatirkan memicu meningkatnya tindak kriminal.

Sebab, kata dia, banyak Pak Ogah yang bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

"Apalagi pengangguran, apalagi kita kayak enggak punya ijazah, enggak punya ini, bener enggak? Tuh, otak kotor makin bermain Bang kalau misalkan ini ya kan," kata dia.

Sekitar tiga kilometer dari lokasi Noval bekerja, Fardan (18) juga tampak mengatur lalu lintas di sebuah persimpangan yang kerap macet akibat adanya putaran balik.

Meski masih berusia muda, Fardan mengaku tidak pernah memaksa pengendara untuk memberikan uang.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.

Hubungi kami

©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell    Hubungi kami  SiteMap