Rumah Pendidikan orang dewasa Aliansi bisnis ESports Transaksi real estat Komunitas keuangan Lebih Lebih

Jalan Senopati Jaksel Krisis Tempat Parkir, Bakal Disiapkan Lahan Khusus

2026-07-16 HaiPress

JAKARTA, iDoPress- Jalan Senopati, Jakarta Selatan, kerap macet karena kendaraan roda empat yang diparkirkan di pinggir jalan dan trotoar.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengakui adanya keterbatasan lahan di kawasan hiburan malam itu.

Dia mengimbau agar pengunjung usaha di sana untuk mencari tempat parkir resmi

“Memang untuk kawasan Senopati di sana lahan terbatas. Oleh sebab itu kami mengimbau kepada warga yang akan ke lokasi tersebut untuk tidak parkir sembarangan dan manfaatkan lokasi-lokasi parkir yang memang di sana diperbolehkan,” kata Syafrin saat ditemui di Kantor Wali Kota Jaksel, Kamis (16/7/2026).

Sebab, petugas valet kerap menggunakan badan jalan dan trotoar untuk menyimpan kendaraan pengunjung.

Hal ini sering kali membuat jalan menuju SCBD dan Kapten Tendean itu macet parah.

Untuk menjawab tantangan ini, Pemerintah Kota Jakarta Selatan tengah mengupayakan penambahan lahan tambahan untuk parkir.

“Kami sedang inventarisasi bersama rekan-rekan dari Suku Badan Aset. Kita harapkan dalam waktu tidak terlalu lama kita bisa mengidentifikasi lokasi parkir yang bisa digunakan untuk lokasi parkir bersama-sama di kawasan tersebut,” tutur dia.

Selanjutnya, petugas valet juga akan dipanggil agar tak lagi menggunakan badan jalan trotoar.

Sebelumnya, seorang pemilik usaha di Senopati, Indra (53), sempat ditegur petugas Dinas Perhubungan pada Rabu (22/4/2026).

Mulanya, anggota Dishub meminta petugas valet agar pos di depan klinik itu dipindahkan ke belakang trotoar.

Dia diminta memanggil pihak manajemen. Sambil petugas itu masuk mencari manajemen, petugas dishub memindahkan tenda payung dan kotak jaga.

Tak lama, Indra pun keluar. Petugas menjelaskan padanya agar kendaraan pengunjungnya tidak memakan trotoar.

Setelah memberi imbauan kepada Indra, petugas gabungan melanjutkan perjalanan.

Indra mengaku tak ingin mendebat petugas yang memberi imbauan padanya. Dia bilang, akan mematuhi perintah yang diberikan padanya.

Namun, menurut dia, tanggung jawab parkir di trotoar dan bahu jalan ada pada pihak petugas valet.

Dia bilang, semua pelaku usaha di sini memang mengandalkan valet mengingat lahan parkir yang sempit. Di depan klinik milik Indra pun sebetulnya hanya dapat memuat empat sampai lima mobil.

“Ya saya sebagai pelaku usaha cuma bisa mengikuti peraturan daerah. Kalau ini kan tugasnya di valet. Kalau enggak cukup, valet yang pindahkan ke tempat lain,” kata dia ditemui di lokasi, Rabu.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.

Hubungi kami

©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell    Hubungi kami  SiteMap