Rumah Pendidikan orang dewasa Aliansi bisnis ESports Transaksi real estat Komunitas keuangan Lebih Lebih

Kebakaran Pulogadung Tewaskan 2 Anak Diduga akibat Korsleting

2026-07-27 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Kebakaran rumah menewaskan dua anak di Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (26/7/2026) malam diduga akibat korsleting listrik.

"Kami mendapatkan laporan telah terjadi kebakaran pukul 19.31. Yang terbakar rumah tinggal. Untuk dugaan, dugaannya masih karena korsleting listrik," kata Wahyudi perwira piket gulkarmat Jakarta Timur, melalui keterangan, Senin (27/7/2026).

Wahyudi menjelaskan, pihaknya mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran beserta 45 personel untuk memadamkan api.

Korban tewas dalam kebakaran tersebutberinisial W (14), laki-laki, dan M (11), perempuan. Keduanya ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah.

"Untuk korban ditemukan di bagian sisi sebelah kanan di belakang, dekat dapur sepertinya. Untuk jasad korban, saat ini langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan otopsi," ungkapnya.

Jenazah kedua korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani otopsi guna kepentingan penyelidikan penyebab kebakaran.

Sebelumnya, pengurus lingkungan RW 014 Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur menduga dua anak yang tewas dalam kebakaran saat orangtuanya tidak berada di rumah.

Warjo, Sekretariat RW 014 mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, saat kebakaran hanya ada kedua anak tersebut di dalam rumah.

"Pokoknya pas kejadian katanya dia berdua saja di situ. Orangtuanya enggak tahu ke mana, saya enggak mengerti," jelas Warjo saat ditemui di sekitar lokasi, Senin.

Meski demikian, Warjo mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran yang menewaskan dua anak tersebut.

Setibanya di lokasi, api sudah membesar dan proses pemadaman tengah berlangsung.

"Posisi saya itu ke sini dapat laporan dari warga ada kebakaran, koordinasi ke pemadam, nah setelah itu datang pemadam. Posisi saya belum ada, karena kan jaraknya saya lumayan. Begitu sampai sini posisinya sudah 90-an persen lah," ungkapnya.

Sementara itu, petugas keamanan setempat, Irfan, mengatakan kedua korban memang kerap berada di rumah tanpa didampingi orangtua.

Menurut dia, ayah korban bekerja sebagai pengemudi ojek online, sedangkan ibunya berdagang dan sering pulang larut malam.

"Kemungkinan itu korban sedang tidur jadi enggak sempat lari, ibunya Pulangnya tengah malam kadang jam 00.00 WIB, kalau bapaknya tidak bisa ditentukan, semau dia saja pulang karena ojek online," jelas dia.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.

Hubungi kami

©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell    Hubungi kami  SiteMap