Rumah Pendidikan orang dewasa Aliansi bisnis ESports Transaksi real estat Komunitas keuangan Lebih Lebih

"Pulangin Duitnya!" Viral Video Sopir Truk Diminta Rp 1,7 Juta oleh Oknum Dishub Bekasi

2026-07-31 HaiPress

BEKASI, iDoPress – Video yang memperlihatkan seorang pria meminta uang sebesar Rp 1,7 juta yang diduga dipungut dari seorang sopir truk oleh oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, pria itu terlihat mendatangi sejumlah orang yang mengenakan atribut Dishub Kota Bekasi di kawasan Pos Poncol, Jalan M Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ia meminta uang yang disebut telah diminta dari sopir truk segera dikembalikan.

"Pulangin duitnya semua! Sopir ini diminta Rp1,7 juta," ujar pria tersebut dalam video yang beredar.

Pria itu kemudian meminta sopir menunjukkan petugas yang diduga meminta uang tersebut.

"Yang minta Rp1,7 siapa?" tanyanya.

Dalam rekaman itu, pria tersebut juga mempertanyakan tindakan petugas yang mengambil surat tanda nomor kendaraan (STNK) milik sopir.

"STNK pulangin! Dishub enggak boleh meriksa-meriksa STNK," ucapnya.

Video tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Warga kerap melihat truk diberhentikan

Seorang warga sekitar berinisial AI (42) mengaku kerap melihat kendaraan truk diberhentikan di sekitar lokasi tersebut.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan kendaraan-kendaraan tersebut dihentikan.

"Setahu saya, saya cuma sering lihat mobil berhenti di sini. Cuma saya enggak tahu masalahnya apa, karena kan kita enggak tahu urusan orang kerja," kata AI saat ditemui di lokasi, Jumat (31/7/2026).

AI mengatakan, dirinya pernah berbincang dengan seorang sopir truk yang mengaku dimintai uang dalam jumlah besar.

"Saya pernah nanya sekali ke sopir, 'Bang, kenapa?' Dia jawab, 'Biasa ini.' Terus saya tanya lagi, 'Kena berapa, Bang?' Dia jawab sekian. Saya bilang, 'Wah gede banget, Bang.' Yang saya dengar dari sopir itu sekitar Rp 1,5 juta untuk satu mobil. Kalau akhirnya dikasih atau enggak, saya enggak tahu. Saya cuma dengar informasi dari sopir," ujarnya.

Menurut AI, kejadian tersebut berlangsung belum lama ini. Ia juga menduga praktik serupa bukan baru pertama kali terjadi di kawasan tersebut.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.

Hubungi kami

©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell    Hubungi kami  SiteMap