Rumah Pendidikan orang dewasa Aliansi bisnis ESports Transaksi real estat Komunitas keuangan Lebih Lebih

Area Tumpukan Sampah yang Terbakar di Jaktim Awalnya Mau Jadi Waduk, Kenapa Malah Jadi TPS Liar?

2026-08-05 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Area tumpukan sampah yang terbakar di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, sebenarnya bukan diperuntukkan tempat pembuangan limbah.

Namun, area tersebut menjadi tempat penampungan sementara (TPS) liar setelah ada oknum membuang sampah menggunakan truk setiap malam.

Ketua RT 13/RW 03 Kelurahan Dukuh, Kramat Djati, Yuli (54), mengatakan, lahan itu semula merupakan rawa yang diproyeksi menjadi waduk sebelum dipenuhi timbunan sampah.

"Sebelumnya (lahan TPS) rawa, ada genangan air. Memang sudah ada informasi mau dijadikan waduk sebelum ada sampah," ujar Yuli saat ditemui di rumahnya di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Bukan warga sekitar

Yuli memastikan bukan warganya yang membuang sampah di sana.

Warga sekitar tak pernah menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan sampah karena lingkungan mereka telah memiliki TPS resmi.

"Ini bukan TPS (resmi Kramat Jati), yang buang di sini bukan warga sini. Kita punya TPS sendiri. Setiap bulan warga juga bayar sampah," kata Yuli.

Warga justru terkejut ketika lahan itu perlahan dipenuhi timbunan sampah yang datang pada malam hari.

"Kagetlah. Mereka (oknum) buangnya malam. Pakai truk. Siapa yang buang kami enggak tahu, pasti oknum," ucap Yuli.

Pemerintah setempat bersama aparat wilayah sebenarnya telah beberapa kali memasang larangan membuang sampah di lokasi tersebut.

Namun, oknum pembuang sampah tak gentar dengan peringatan, hingga terjadilah kebakaran di lahan TPS liar tersebut.

"Sudah ada larangan, baik tertulis maupun lisan. Ditutup juga, tapi tetap ada yang buang (sampah)," jelas Yuli.

Ia berharap lahan itu segera dikembalikan sesuai rencana awal sebagai waduk agar dapat membantu mengurangi banjir di kawasan tersebut.

"Setuju banget kalau jadi waduk karena daerah sini banjir. Harapan saya stop pembuangan sampah liar di situ karena warga sini tidak pernah buang sampah di sana," tutur Yuli.

Warga lain, Yaya, mengatakan kawasan tersebut sebelumnya merupakan rawa yang berfungsi menampung air saat hujan sebelum akhirnya ditimbun puing dan sampah.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.

Hubungi kami

©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell    Hubungi kami  SiteMap