2026-08-06 HaiPress

BEKASI, iDoPress – Lapangan Kober di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, menjadi salah satu ruang terbuka yang dimanfaatkan warga untuk berolahraga dan berkumpul di tengah minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bekasi.
Meski berada di tengah kompleks pemakaman, lapangan tersebut tetap ramai digunakan setiap hari untuk berbagai aktivitas, mulai dari latihan dan pertandingan sepak bola, joging, hingga tempat warga bersantai bersama keluarga.
"Alhamdulillah adanya lapangan ini sangat bermanfaat. Warga yang enggak punya ruang jadi bisa memanfaatkannya untuk olahraga maupun sekadar berkumpul," ujar Ketua RT 001 RW 01 Kelurahan Teluk Pucung, Cecep Pahrurozi (43), kepada iDoPress, Selasa (4/8/2026).
Menurut dia, hampir setiap sore lapangan dipenuhi berbagai aktivitas. Selain bermain sepak bola dan joging, warga juga memanfaatkannya untuk bersantai, berbincang, hingga menikmati kopi di warung yang berada di sekitar lapangan.
"Kalau lagi penat, warga sering datang ke sini buat ngopi dan ngobrol. Suasananya juga adem karena banyak pohon," katanya.
Tak hanya menjadi ruang olahraga, Lapangan Kober juga kerap digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, misalnya, lapangan dimanfaatkan sebagai lokasi perlombaan hingga panggung hiburan warga.
Cecep mengatakan, pesatnya pembangunan membuat ruang terbuka di kawasan Teluk Pucung semakin berkurang. Kondisi itu menjadikan Lapangan Kober sebagai salah satu ruang publik yang masih bisa dimanfaatkan masyarakat.
"Dan memang wilayah ini kekurangan ruang terbuka hijau," ujarnya.
Meski berdampingan dengan area pemakaman, warga telah lama terbiasa beraktivitas di lokasi tersebut sehingga keberadaan makam tidak pernah menjadi persoalan.
"Warga di sini sudah terbiasa kumpul di sekitar makam. Selama ini aman," kata Cecep.
Senada dengan Cecep, Wakil Ketua Pengurus Lapangan Kober, Bagus Alpiansa atau Abay, mengatakan kepengurusan lapangan dibentuk sekitar satu tahun lalu karena prihatin melihat anak-anak di Teluk Pucung semakin kesulitan mendapatkan tempat bermain dan berolahraga.
Ia menilai lahan kosong di wilayah tersebut terus berkurang, sementara fasilitas olahraga yang tersedia sangat terbatas.
"Sekarang tanah kosong hampir enggak ada lagi, sementara fasilitas olahraga juga minim. Cuma di lapangan ini potensi olahraga anak-anak bisa tersalurkan," ujar Abay.
Saat ini, sedikitnya empat klub sepak bola rutin menggunakan Lapangan Kober sebagai tempat latihan.
Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell Hubungi kami SiteMap