Rumah Pendidikan orang dewasa Aliansi bisnis ESports Transaksi real estat Komunitas keuangan Lebih Lebih

Rakor Kementrans-Pemprov Malut, Wamen Viva Yoga: Cetak Sawah Bisa Ciptakan Lapangan Kerja Baru

2026-08-22 HaiPress

iDoPress – Pemerintah pusat menetapkan target cetak sawah seluas 10.000 hektare (ha) di Provinsi Maluku Utara (Malut). Namun, realisasi saat ini baru dipenuhi sekitar 1.900 ha.

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pemerintah daerah (pemda) yang memiliki kawasan transmigrasi di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (21/8/2026).

Rapat tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Malut Samsuddin Abdul Kadir, para kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Dinaskertrans), serta sekretaris daerah dari Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mulyadi mengatakan, peluang mencetak sawah baru masih terbuka lebar dengan memaksimalkan lahan transmigrasi yang belum produktif.

"Bila pemerintah daerah sepakat membuka lahan cetak sawah baru, selanjutnya akan kami koordinasikan dengan Kementerian Pertanian," ujar Viva Yoga dalam keterangan tertulis yang diterima iDoPress, Sabtu (22/8/2026).

Pencetakan sawah baru dinilai dapat meningkatkan produksi beras dan kesejahteraan transmigran serta masyarakat yang menempati kawasan transmigrasi.

Hal tersebut juga dapat menguntungkan petani lokal dan mendorong mereka menjadi produsen kebutuhan pangan di Maluku Utara.

Dalam rakor tersebut, Sekda Provinsi (Sekdaprov) Malut, kepala Dinaskertrans, dan sekda kabupaten memaparkan berbagai permasalahan yang dihadapi sektor pertanian, seperti persoalan irigasi, limbah pertambangan, hingga banjir.

Permasalahan tersebut membuat masyarakat di kawasan transmigrasi belum dapat memenuhi kebutuhan pangan secara optimal, meskipun produksi beras berasal dari sawah mereka. Oleh karena itu, kebutuhan sembako, terutama di Ternate, masih didatangkan dari provinsi lain.

"Dari rakor inilah kami serap dan dengar apa saja keluhan dari kawasan transmigrasi di Malut," ujar Viva Yoga.

Selain menanggapi berbagai tantangan tersebut, Viva Yoga menyampaikan bahwa pencetakan sawah baru tidak hanya dapat meningkatkan produksi untuk mendukung swasembada beras nasional, tetapi juga membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Tenaga kerjanya bisa memanfaatkan dari masyarakat setempat atau lokal," lanjutnya.

Dukungan infrastruktur untuk cetak sawah baru

Viva Yoga menegaskan pentingnya mendorong pencetakan sawah di luar Pulau Jawa karena setiap tahun sekitar 10.000 ha sawah beralih fungsi menjadi perumahan, pabrik, jalan, dan fasilitas umum lainnya.

Dok. Kementerian Transmigrasi. Wamen Kementrans Viva Yoga menjelaskan tentang pentingnya dukungan infrastruktur yang kuat untuk menjawab tantangan pertanian yang ada di Maluku Utara.

Agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal, Viva Yoga menegaskan bahwa pencetakan sawah baru perlu didukung infrastruktur, seperti saluran irigasi, bendungan, dan sumber air.

"Jangan sampai cetak sawah lalu tidak ada saluran irigasi dan bendungan," imbuhnya.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.

Hubungi kami

©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Shell    Hubungi kami  SiteMap